Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lantik PNS Baru, Panwaslih Simeulue Perkuat Barisan Pengawas Pemilu

Panwaslih Simeulue

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil Bawaslu TA 2024, Selasa (19/05/2026)

SIMEULUE — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi melantik seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran pengawas pemilu se-Indonesia secara serentak, Selasa, 19 Mei 2026. Momentum ini turut menandai bertambahnya kekuatan baru di lini daerah, termasuk di Panwaslih Kabupaten Simeulue yang melantik dua orang PNS baru.

Kedua abdi negara tersebut akan mengisi pos krusial di instansi pengawas pemilu tingkat kabupaten. Masing-masing menduduki jabatan sebagai Penata Kelola Pengawasan Pemilihan Ahli Pertama dan Analis Hukum—dua posisi strategis dalam mengawal regulasi dan jalannya pesta demokrasi.

Prosesi Hibrida yang Khidmat

Digelar di tengah komitmen penguatan lembaga, prosesi pelantikan ini memadukan kehadiran luring (offline) dan daring (online). Dari Jakarta, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Ferdinand Eskol Tiar Sirait memimpin langsung jalannya sumpah jabatan secara virtual, didampingi Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Sementara di ruang pelantikan aula media center Panwaslih Simeulue, suasana khidmat begitu terasa saat kedua PNS mengucapkan sumpah di bawah kitab suci dan menandatangani berita acara pelantikan. Prosesi luring ini didampingi langsung oleh Koordinator Sekretariat Panwaslih Kabupaten Simeulue, Mansyurdin, serta Ketua Panwaslih Simeulue, Mitro Heriansa, dengan disaksikan oleh seluruh staf sekretariat.

Menjaga Netralitas Harga Mati

Dalam arahannya yang disampaikan secara daring, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja bersama Sekjen Ferdinand Eskol Tiar Sirait memberikan pesan yang senada dan tegas. Keduanya mewanti-wanti para PNS yang baru dilantik agar tidak main-main dengan tiga prinsip utama: integritas, profesionalitas, dan netralitas.

Pesan ini dinilai krusial mengingat tahapan pemilihan kedepan akan semakin krusial dan penuh tekanan politik. Sebagai motor penggerak birokrasi di lembaga pengawas, PNS dituntut berdiri tegak di atas kepentingan bangsa, bukan kepentingan kelompok tertentu.

Asa Demokrasi di Kepulauan Simeulue

Kehadiran penuh jajaran komisioner dan staf Panwaslih Simeulue dalam acara tersebut menjadi simbol soliditas. Bagi daerah kepulauan seperti Simeulue, pengawasan pemilu memiliki tantangan geografis dan sosiologis tersendiri.

Dengan resminya pelantikan ini, Panwaslih Kabupaten Simeulue optimistis kinerja pengawasan di lapangan akan semakin optimal dan bertaji. Langkah ini diharapkan mampu mengawal jalannya demokrasi di bumi Simeulue Ate Fulawan agar tetap berjalan jujur, adil, bersih, dan bermartabat.

Penulis: Akmalul Hadi

Editor : Heski Mandala