Lompat ke isi utama

Berita

Panwaslih Simeulue Rangkul Elemen Muda Guna Wujudkan Pemilu 2029 Yang Bermartabat

Panwaslih Simeulue

Foto bersama peserta pendidikan pengawas partisipatif (P2P) Bawaslu Kabupaten Simeulue, Minggu (24/05)

Sinabang, 24 Mei 2026 — Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Simeulue secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring (offline) ini bertempat di Kantor Sekretariat Panwaslih Kabupaten Simeulue pada Minggu (24/5), dengan mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat".

Agenda strategis ini diikuti oleh 40 peserta yang merepresentasikan elemen intelektual muda di Kabupaten Simeulue. Komposisi peserta terdiri atas perwakilan siswa dari 6 (enam) Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, anggota Komunitas Sekolah Kita Menulis (SKM) Simeulue, serta mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Simeulue dan Politeknik Simeulue (Polteksim).

Kegiatan P2P Tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Anggota Panwaslih Provinsi Aceh, Maitanur. Dalam pelaksanaannya, forum ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten, meliputi Ketua dan Anggota Panwaslih Kabupaten Simeulue, serta Pemerhati Pemilu, Herman Hidayat, S.H.

Penyelenggaraan P2P ini dirancang sebagai langkah awal penanaman nilai pengawasan sejak dini guna menyongsong pemilu masa depan. Mengacu pada arah kebijakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu RI), esensi dari gerak partisipatif ini bertumpu pada tiga urgensi utama:

Optimalisasi Fungsi Pengawasan Awam: Mendorong masyarakat untuk memahami fungsinya sebagai pengawas mandiri yang mampu mendeteksi potensi pelanggaran di lingkungan sekitar, mulai dari praktik politik uang hingga politisasi SARA.

Pergerakan Kolektif Pemuda: Menggerakkan generasi muda, mahasiswa, dan komunitas literasi lokal agar aktif memotong mata rantai penyebaran hoaks dan berani melaporkan dugaan pelanggaran sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Investasi Demokrasi Bermartabat: Mempersiapkan ekosistem pemilu yang bersih, jujur, dan adil untuk Pemilu 2029 mendatang dengan cara mengubah posisi masyarakat dari sekadar objek pemilih menjadi subjek yang aktif menjaga kemurnian suara.

Melalui sinergi bersama organisasi literasi dan lembaga pendidikan tinggi lokal, Panwaslih Simeulue berkomitmen memastikan bahwa fungsi dan gerak pengawasan ini dapat berjalan secara berkelanjutan demi terwujudnya pemilu yang bermartabat di wilayah Kepulauan Simeulue.

 




 

Penulis: Heski Mandala
Foto : Humas